Warung Beradaptasi di Era Serba Online

10.10.19 03:48 PM Comment(s) By Rilia

Berdasarkan hasil studi Polling Indonesia dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2019 mencapai 171 juta penduduk. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan istilah internet. Melalui internet, kita dapat melakukan berbagai aktivitas dengan lebih mudah dan efisien dalam hal pekerjaan, pembelian suatu produk, pengisian pulsa atau listrik, hingga transaksi secara online.

 

Internet mendorong berbagai industri bisnis untuk dapat terus bersaing dalam menyediakan pelayanan dan produk yang dapat diakses oleh masyarakat secara online. Salah satu contoh industri tersebut adalah warung tradisional. Sesuai dengan namanya, warung trandisional masih belum terlalu mengutamakan sistem online atau digital karena merupakan usaha kecil rumah tangga. Tetapi di sisi lain, minimarket yang memiliki kosep yang sama dengan warung tradisional, yaitu menyediakan kebutuhan rumah tangga ternyata telah selangkah lebih maju mengikuti perkembangan era serba digital.Oleh karena itu, warung tradisional dituntut untuk mencari celah agar dapat terus bersaing dengan industri sejenis.

 

Untuk mengatasi hal tersebut, warung tradisional dapat terus melakukan inovasi-inovasi baru untuk bertahan dalam persaingan bisnis serupa. Misalnya dengan memberikan pelayanan yang dapat diingat oleh konsumen dan menambah jenis produk yang dijual di warung. Selain produk kebutuhan rumah tangga, warung tradisional juga dapat menjual jenis produk lain seperti pulsa atau nomor handphone, bahkan voucher listrik. Dengan begitu, akan semakin banyak konsumen yang datang ke warung karena warung menyediakan berbagai jenis produk yang dibutuhkan.

Share -